Tampilkan postingan dengan label Unik Aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik Aneh. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2013

0 Mickey Mouse Dunia Nyata

Disney menggambarkan Mickey Mouse sebagai detektif pintar penyidik kejahatan. Ternyata di dunia nyata pun ada, mereka adalah: Tikus Pelacak!

Kalau selama ini kita hanya mengenal anjing pelacak, kepolisian Belanda merekrut tikus untuk mengendus kejahatan dan melakukan tugas forensik di balik gedung dengan jendela gelap. Tikus sengaja dikembangbiakkan untuk membantu investigasi polisi.
Tikus-tikus seharga 10 euro atau sekitar Rp 143 ribu ini dilatih dalam mengidentifikasi bau dari narkoba hingga bubuk senjata. Bandingkan dengan anjing pelacak yang berharga hingga puluhan ribu euro untuk pembelian dan pelatihan.

Memang sih, anjing yang selesai dilatih kemungkinan memiliki kemampuan yang lebih besar dari tikus. Namun waktu pelatihannya sama, tikus dan anjing  butuh waktu hingga delapan bulan. Rupanya, tikus-tikus ini belajar dengan cepat dalam gelap. Mereka membutuhkan hampir 10-15 hari untuk membedakan bau.

Polisi dalam proyek tersebut, Monique Hamerslag mengatakan tikus jantan lebih baik dalam pekerjaan detektif dibandingkan betina. "Semakin membosankan hidup tikus itu maka akan semakin baik. Ini pekerjaan detektif," ujar Hameslag.
Uniknya, semua tikus pelacak yang dilatih diberi nama seperti tokoh detektif dalam cerita fiktif seperti Derrick, Thomson dan Thompson, Magnum dan Poirot.

Kabarnya, kepolisian Belanda jadi pelopor penggunaan tikus pelacak seperti kata  kepala pusat inovasi polisi Belanda, Mark Wiebes, "Sepanjang yang saya tahu kami yang pertama di dunia yang melatih tikus untuk digunakan dalam investigasi polisi."

Selamat, deh Meneer. Ada bagusnya tikus dilatih membasmi kejahatan, jangan cuma jadi pencuri apalagi mencuri uang negara.







Sumber :
republika.

Rabu, 30 Januari 2013

0 Buzkashi, Olahraga Berkuda Penuh Darah

Bangsa-bangsa Asia Tengah punya olahraga keras sejak berabad-abad lalu. Berkuda sambil menyeret kambing tanpa kepala. Terdengar kejam? Karena itu sempat dilarang Taliban.

Olahraga ini diebut Buzkashi, terdapat di banyak tempat mulai dari Afghanistan, Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Kazakshtan, Pakistan Utara, hingga India.

 

Bisa dibilang Buzkashi kombinasi antara polo dan rugby (atau football di Amerika). Terdiri dari dua tim berkuda, menggunakan bangkai kambing tanpa kepala - disebut bus - sebagai pengganti bola.

Sebelum digunakan untuk bermain, bangkai itu direndam dalam air dingin selama 24 jam. Kadang-kadang pasir dimasukkan ke dalamnya untuk memberi bobot ekstra. Saat permainan dimulai, dua tim berkuda itu berlomba merebut bus, layaknya seperti rebutan rugby tapi sambil menunggang kuda.

Jika seorang pemain berhasil merebut bus, maka ia memacu kudanya berkeliling bendera di ujung lapangan (disebut bayrak) dan menaruh bangkai tak berkepala itu ke dalam lingkaran kapur yang disebut daira hallal.

Tentu tidak semudah itu. Para penunggang kuda lawan biasanya membawa ambuk untuk mengintimidasi kuda lawan serta penunggangnya. Olahraga ini menjadi semakin terdengar kejam karena aturan yang diterapkan sangat longgar, tak jarang ada pemain yang terluka kena cambuk atau jatuh dan terinjak kuda lawan.
 

Lantaran itulah, biasanya para pemain memakai pakaian tebal dan pelindung kepala agar tidak mudah cedera saat dihajar lawan.

Hebatnya, pemenang di perlombaan ini tidak sekadar mendapat uang, bahkan memperoleh mobil atau rumah. Walau demikian, permainan ini bisa berlangsung beberapa hari.

Pemain buzkashi dilatih selama bertahun-tahun oleh Master buzkashi yang disebut chapandaz. Mereka orang-orang berpengalaman dengan usia rata-rata di atas 40 tahun. Selain itu, pemain memerlukan kuda yang terlatih. Harga seekor kuda ini bisa mencapai USD 10.000 hingga 15.000.

Saat Taliban berkuasa, olahraga ini pernah dilarang di wilayah-wilayah yang mereka kuasai, namun tetapi dapat ditemui di Tajikistan serta Uzbekistan. Kini sejak Taliban jatuh, buzkashi kembali semarak di berbagai wilayah Asia Tengah.



 
Sumber: detik

0 7 Anjing Pemecah Rekor

Anjing adalah sahabat manusia yang paling pengertian dan cepat dilatih. Itulah sebabnya Anjing sangat difavoritkan untuk dipelihara. Dari berbagai pelatihan yang dilakukan manusia terhadap anjing peliharaannya, beberapa mencatatkan rekor dunia. Contohnya 7 anjing di bawah ini.



1. Terbanyak Memecahkan Balon


 
Memecahkan 100 balon dalam waktu 44,49 detik diperoleh Anastasia. Seekor anjing Jack Russell terrier, dia tinggal di Los Angeles bersama pemilik dan pelatihnya, Doree Sitterly.
 
 
 
2. Pengendara Skateboard Tercepat
 
 
Tillman, seekor anjing bulldog, melintasi tempat parkir sepanjang 100 meter dengan hanya 19,68 detik di tahun 2009 X Games di Los Angeles, membuatnya meraih gelar juara dunia.

 
3. Anjing Tertinggi
 
 
Giant George, seekor anjing jenis Great Dane dengan tinggi 43 inci (109,22 cm) dari Tucson, Ariz, memegang 2 gelar dunia: anjing tertinggi dan anjing tertinggi yang pernah ada. Anjing besar yang jinak ini telah mengumpulkan banyak fansnya karena pemiliknya, David Nasser, selalu menginformasikan kegiatan anjing itu melalui websitenya dan YouTube.

 
4. Anjing Terbanyak Melompati Tali
 
Tiga belas anjing Uchida Geinousha, dari Jepang, memegang rekor dunia untuk anjing terbanyak melompati tali.

 
5. Bola Tenis Terbanyak di Mulut
 
 
Augie seekor anjing golden retriever umur 8 tahun, memperoleh gelar juara dunia untuk bola tenis terbanyak (lima) di mulut untuk waktu bersamaan.

 
 
6. Menyeimbangkan Segelas Air
 
 
Sweet Pea, seekor anjing border collie Australia, memperoleh gelar juara dunia: langkah terbanyak turun tangga oleh anjing menatap ke depan sambil menyeimbangkan segelas 5 ons air (10 langkah) dan berjalan 100 meter tercepat oleh seekor anjing dengan menyeimbangkan sebuah kaleng di atas kepalanya (2 menit 55 detik).
 
 
7. Anjing Tertua 
 
Bluey, seekor anjing cattle, memegang gelar juara dunia untuk anjing tertua dengan umur 29 tahun dan 5 bulan. Les Hall dari Victoria, Australia, memperoleh Bluey di tahun 1910, dan anjing itu menjaga ternak selama 20 tahun sebelum akhirnya meninggal pada 14 November 1939.

 
 
 
 
 
 
 
Sumber:
didunia